Amal
Saleh
1. Pengertian Amal Saleh
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, amal diartikan sebagai perbuatan (baik
atau buruk). Secara istilah, amal saleh berarti perbuatan sungguh- sungguh
dalam menjalankan ibadah ataupun menunaikan kewajiban agama yang dilakukan
dalam bentuk berbuat kebaikan terhadap masyarakat atau sesama manusia.contoh
mengumpulkan dana untuk membantu korban bencana alam, penyandang cacat, orang
jompo dan anak yatim piatu.
Dalam al-Qur’an banyak dijumpai perkataan amal dengan berbagai bentuknya yaitu
‘amila, a’mala, ta’malun, ya’malun, ‘amilun, ‘amalus-salihat, dan
‘amalus-syyari’at.
2. Karakteristik Amal Saleh
Orang yang hidup pada zaman pra-islam mempunyai anggapan bahwa kekayaan,
keturunan, kedudukan, dan bermacam-macam kelebihanduniawi lainnya menjadi
factor yang akan menentukan keadaan seseorang.
Agama islam membawa satu ajaran (dokrin) bahwa keturunan, pangkat, kedudukan
yang tinggi, dan kekayaan yang bayak , semua itu tidak mendatangkan keuntungan,
terutama untuk kehidupan di akhirat kelak. Satu-satunya yang memberikan faedah
ialah amal saleh, yakni perbuatan baik.
Secara
umum, pengelompokan amal itu terbagi dua, yaitu amal saleh (amal yang baik) dan
‘amalus sayyi’ah (amal yang buruk). Amal saleh ialah segala perbuatan
kebbijakan yang mendatangkan manfaat untuk diri sendiri, keluarga, bangsa, dan
manusia seluruhnya, baik berupa perbuatan, ucapan, maupun sikap.bahkan
melakukan suatu perbuatan yang dilarang Alloh, itu pun termasuk amal saleh.
3. Nilai Positif Amal Saleh
Dalam Al-Qur’an, banyak diuraikan hasil (buah) dari amal saleh, baik didunia
maupun diakhirat, yaitu:
a. rezeki
yang baik (al-Hajj/22:50);
b.
derajat yang tinggi (Taha/20:75);
c.
keberuntungan (al-Qasas/28:67);
d.
keadilan (Yunus/10:4);
e. keluar
dari kegelapan (at-Talaq/65:11);
f.
rahmat dan cinta (al-Jasiyah/45:30);
g. hilang
perasaan takut (Taha/20:112);
h. pahala
yang cukup (Alli ‘Imran/3:57);
i.
ampunanIlahi (Fatir/3:57);
J.
kehidupan di surga (al-Mu’minun/23:40).
4. Membiasakan Amal Saleh
Setiap amal saleh, harus didasari niat yang suci dan ikhlas. Jangan sampai
seorang yang beramal memiliki niat yang salah, ada udang dibalik madu. Misasal,
mengharap kedudukan,pujian, atau keuntungan yang lain-lain.
Berusaha atau beramal, pada umumnya tidak memandang ruang dan waktu serta tidak
hanya pada saat yang lapang. Dalam situasi apa pun, kita tidak menyianyiakan
untuk beramal atau berusaha. Walaupun hasil amal itu belum tampak sekarang, hal
itu tidak boleh menjadikan kita malas beramal.
Di salin
dari berbagai sumber dan semoga bermanfaat..